Total Pageviews

Powered By Blogger

Friday, February 17, 2012

Forex dalam Perspektif Islam


Sebagian umat Islam ada yang meragukan kehalalan praktik perdagangan berjangka. Bagaimana menurut padangan para pakar Islam? Apa pendapat para ulama mengenai trading forex, trading saham, trading index, saham, dan komoditi? Apakah Hukum Forex Trading Valas Halal Menurut Hukum Islam? Mari kita ikuti selengkapnya.
Jangan engkau menjual sesuatu yang tidak ada padamu,” sabda Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah.
Oleh sementara fuqaha (ahli fiqih Islam), hadits tersebut ditafsirkan secara saklek. Pokoknya, setiap praktik jual beli yang tidak ada barangnya pada waktu akad, haram. Penafsiran secara demikian itu, tak pelak lagi, membuat fiqih Islam sulit untuk memenuhi tuntutan jaman yang terus berkembang dengan perubahan-perubahannya.
Karena itu, sejumlah ulama klasik yang terkenal dengan pemikiran cemerlangnya, menentang cara penafsiran yang terkesan sempit tersebut. Misalnya, Ibn al-Qayyim. Ulama bermazhab Hambali ini berpendapat, bahwa tidak benar jual-beli barang yang tidak ada dilarang. Baik dalam Al Qur’an,sunnah maupun fatwa para sahabat, larangan itu tidak ada.
Dalam Sunnah Nabi, hanya terdapat larangan menjual barang yang belum ada, sebagaimana larangan beberapa barang yang sudah ada pada waktu akad. “Causa legis atau ilat larangan tersebut bukan ada atau tidak adanya barang, melainkan garar,” ujar Dr. Syamsul Anwar, MA dari IAIN SUKA Yogyakarta menjelaskan pendapat Ibn al-Qayyim. Garar adalah ketidakpastian tentang apakah barang yang diperjual-belikan itu dapat diserahkan atau tidak. Misalnya, seseorang menjual unta yang hilang. Atau menjual barang milik orang lain, padahal tidak diberi kewenangan oleh yang bersangkutan.
Jadi, meskipun pada waktu akad barangnya tidak ada, namun ada kepastian diadakan pada waktu diperlukan sehingga bisa diserahkan kepada pembeli, maka jual beli tersebut sah. Sebaliknya, kendati barangnya sudah ada tapi – karena satu dan lain hal — tidak mungkin diserahkan kepada pembeli, maka jual beli itu tidak sah.
Perdagangan berjangka, jelas, bukan garar. Sebab, dalam kontrak berjangkanya, jenis komoditi yang dijual-belikan sudah ditentukan. Begitu juga dengan jumlah, mutu, tempat dan waktu penyerahannya. Semuanya berjalan di atas rel aturan resmi yang ketat, sebagai antisipasi terjadinya praktek penyimpangan berupa penipuan — satu hal yang sebetulnya bisa juga terjadi pada praktik jua-beli konvensional.
Dalam perspektif hukum Islam, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) (forex adalah bagian dari PBK) dapat dimasukkan ke dalam kategori almasa’il almu’ashirah atau masalah-masalah hukum Islam kontemporer. Karena itu, status hukumnya dapat dikategorikan kepada masalah ijtihadiyyah. Klasifikasi ijtihadiyyah masuk ke dalam wilayah fi ma la nasha fih, yakni masalah hukum yang tidak mempunyai referensi nash hukum yang pasti.
Dalam kategori masalah hukum al-Sahrastani, ia termasuk ke dalam paradigma al-nushush qad intahat wa al-waqa’I la tatanahi. Artinya, nash hukum dalam bentuk Al-Quran dan Sunnah sudah selesai; tidak lagi ada tambahan. Dengan demikian, kasus-kasus hukum yang baru muncul mesti diberikan kepastian hukumnya melalui ijtihad.
Dalam kasus hukum PBK, ijtihad dapat merujuk kepada teori perubahan hukum yang diperkenalkan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah. Ia menjelaskan, fatwa hukum dapat berubah karena beberapa variabel perubahnya, yakni: waktu, tempat, niat, tujuan dan manfaat. Teori perubahan hukum ini diturunkan dari paradigma ilmu hukum dari gurunya Ibn Taimiyyah, yang menyatakan bahwa a-haqiqah fi al-a’yan la fi al-adzhan. Artinya, kebenaran hukum itu dijumpai dalam kenyataan empirik; bukan dalam alam pemikiran atau alam idea.
Paradigma ini diturunkan dari prinsip hukum Islam tentang keadilan yang dalam Al Quran digunakan istilah al-mizan, a-qisth, al-wasth, dan al-adl.
Dalam penerapannya, secara khusus masalah PBK dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian fiqh al-siyasah maliyyah, yakni politik hukum kebendaan. Dengan kata lain, PBK termasuk kajian hukum Islam dalam pengertian bagaimana hukum Islam diterapkan dalam masalah kepemilikan atas harta benda, melalui perdagangan berjangka komoditi dalam era globalisasi dan perdagangan bebas.
Realisasi yang paling mungkin dalam rangka melindungi pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan berjangka komoditi dalam ruang dan waktu serta pertimbangan tujuan dan manfaatnya dewasa ini, sejalan dengan semangat dan bunyi UU No. 32/1977 tentang PBK.
Karena teori perubahan hukum seperti dijelaskan di atas, dapat menunjukkan elastisitas hukum Islam dalam kelembagaan dan praktek perekonomian, maka PBK dalam sistem hukum Islam dapat dianalogikan dengan bay’ al-salam’ajl bi’ajil.
Bay’ al-salam dapat diartikan sebagai berikut. Al-salam atau al-salaf adalah bay’ ajl bi’ajil, yakni memperjualbelikan sesuatu yang dengan ketentuan sifat-sifatnya yang terjamin kebenarannya. Di dalam transaksi demikian, penyerahan ra’s al-mal dalam bentuk uang sebagai nilai tukar didahulukan daripada penyerahan komoditi yang dimaksud dalam transaksi itu. Ulama Syafi’iyah dan Hanabilah mendefinisikannya dengan: “Akad atas komoditas jual beli yang diberi sifat terjamin yang ditangguhkan (berjangka) dengan harga jual yang ditetapkan di dalam bursa akad”.
Keabsahan transaksi jual beli berjangka, ditentukan oleh terpenuhinya rukun dan syarat sebagai berikut:
a) Rukun sebagai unsur-unsur utama yang harus ada dalam suatu peristiwa transaksi Unsur-unsur utama di dalam bay’ al-salam adalah:
  • Pihak-pihak pelaku transaksi (‘aqid) yang disebut dengan istilah muslim atau muslim ilaih.
  • Objek transaksi (ma’qud alaih), yaitu barang-barang komoditi berjangka dan harga tukar (ra’s al-mal al-salam dan al-muslim fih).
  • Kalimat transaksi (Sighat ‘aqad), yaitu ijab dan kabul. Yang perlu diperhatikan dari unsur-unsur tersebut, adalah bahwa ijab dan qabul dinyatakan dalam bahasa dan kalimat yang jelas menunjukkan transaksi berjangka. Karena itu, ulama Syafi’iyah menekankan penggunaan istilah al-salam atau al-salaf di dalam kalimat-kalimat transaksi itu, dengan alasan bahwa ‘aqd al-salam adalah bay’ al-ma’dum dengan sifat dan cara berbeda dari akad jual dan beli (buy).
b) Syarat-syarat
  • Persyaratan menyangkut objek transaksi, adalah: bahwa objek transaksi harus memenuhi kejelasan mengenai: jenisnya (an yakun fi jinsin ma’lumin), sifatnya, ukuran (kadar), jangka penyerahan, harga tukar, tempat penyerahan.
  • Persyaratan yang harus dipenuhi oleh harga tukar (al-tsaman), adalah, Pertama, kejelasan jenis alat tukar, yaitu dirham, dinar, rupiah atau dolar dsb atau barang-barang yang dapat ditimbang, disukat, dsb. Kedua, kejelasan jenis alat tukar apakah rupiah, dolar Amerika, dolar Singapura, dst. Apakah timbangan yang disepakati dalam bentuk kilogram, pond, dst.
  • Kejelasan tentang kualitas objek transaksi, apakah kualitas istimewa, baik sedang atau buruk. Syarat-syarat di atas ditetapkan dengan maksud menghilangkan jahalah fi al-’aqd atau alasan ketidaktahuan kondisi-kondisi barang pada saat transaksi. Sebab hal ini akan mengakibatkan terjadinya perselisihan di antara pelaku transaksi, yang akan merusak nilai transaksi.
  • Kejelasan jumlah harga tukar. Penjelasan singkat di atas nampaknya telah dapat memberikan kejelasan kebolehan PBK. Kalaupun dalam pelaksanaannya masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, maka dapatlah digunakan kaidah hukum atau legal maxim yang berbunyi: ma la yudrak kulluh la yutrak kulluh. Apa yang tidak dapat dilaksanakan semuanya, maka tidak perlu ditinggalkan keseluruhannya.
Dengan demikian, hukum dan pelaksanaan PBK sampai batas-batas tertentu boleh dinyatakan dapat diterima atau setidak-tidaknya sesuai dengan semangat dan jiwa norma hukum Islam, dengan menganalogikan kepada bay’ al-salam.

Thursday, February 2, 2012

KONSEP 10S

SEGERA, SENYUM, SALAM, SENSITIF, SOPAN, SENTUH,SEGAK, SELIA, SELIDIK dan SEMANGAT














PENGENALAN


Program 10S ini di perkenalkan untuk mengujudkan sekumpulan anggota paramedik  yang mempunyai imej penyayang disamping menerapkan nilai-nilai murni, mesra pelanggan dan  berlandaskan Kod Etika Kerja .  Dengan itu ia akan menjadi amalan dan budaya kerja kerana tingkahlaku adalah lebih mudah untuk dipamerkan dan dirasai oleh semua.  



Dalam konsep 10S ini ia lebih berfokuskan kepada pembentukan sikap, kemahiran,
pengetahuan, komunikasi dan imej.
Matlamat Kementerian Kesihatan untuk menjadikan perkhidmatan kesihatan sebagai satu
perkhidmatan yang mementingkan keperluan pelanggan dapat di capai.

8 SASARAN PERKHIDMATAN
  1.pemeliharaanFokus kesihatan (Wellness Focus)
  2.Individu yang berpengetahuan (Informed person)
  3.Fokus kepada individu (Person focus)
  4.Penjagaan diri (Self help)
  5.Perkhidmatan tanpa sekatan (Seamless care)
  6.Perkhidmatan suai pelanggan (Tailored to pt need)
  7.Perkhidmatan berkualiti tinggiberkesan, cekap   dan mampu (Effective, efficient and affordable)
  8.Perkhidmatan berhampiran tempat tinggal / di   rumah (at home or close to home)

OBJEKTIF
OBJEKTIF program ini ialah untuk meningkatkan imej perkhidmatan kejururawatan dan ke
arah pemantapan nilai-nilai Budaya Korporat

OBJEKTIF SPESIFIK

A)    Menerapkan 10S di kalangan anggota supaya dapat   menjalankan tanggungjawab dengan lebih baik   kepada pelanggan
B)    Dapat menjalinkan perhubungan yang baik diantara   wargakerjakesihatan,pelanggan dan organisasi.
C)    Memajukan diri dengan kemahiran yang ada   mengikut   situasi pembelajaran yang boleh di perolehi
D)    Anggota  berkebolehan menangani masalah pelanggan dengan baik serta boleh memberi keyakinan kepada pelangan.
E)    Mengujudkan situasi kerja yang harmoni, boleh dipercayai serta memberi keyakinan perkhidmatan yang diberi kepada pelanggan.

ELEMEN 10S’ 

  •   SIKAP
  •        KEMAHIRAN
  •        PENGETAHUAN
  •        KOMUNIKASI
  •        IMEJ

SENYUM
SIKAP
Pandang dan senyum mengikut keadaan dan situasi pelanggan
KEMAHIRAN
Senyum dengan  ikhlas

PENGETAHUAN
 * Pengunaan ilmu   pengetahuan yang   sesuai
senyum adalah penawar, ibadah  dan  
merupakan sedekah.
KOMUNIKASI
- “Non-verbal”  
  contoh senyuman mesra
- “body language”
  contoh perlakuan yang   sopan .






IMEJ
- Tunjukkan imej professional. 
  (contoh; bila pesakit dalam   kesakitan, beri perhatian yang   sewajarnya)
- Ketrampilan diripenampilan   wajah yang segar dan ceria.
SALAM

SIKAP
Beri salam/ucap selamat
Kenalkan diri anda.


KEMAHIRAN
Ucap dengan nada lembut dan sopan.











PENGETAHUAN
Penggunaan ilmu pengetahuan yang sesuai.
Menghormati budaya, dan adat resam.

KOMUNIKASI
- “Non-verbal communication”,
- “body languagedan sentuhan.
Panggilan mengikut nama dan pangkat.

       IMEJ
       - Sambut salam.
       - Menunduk kepala tanda menghormati / setuju.
       - Menghormati adat budaya/adat resam setiap kaum.

SEGERA

SIKAP
Proaktif:-
- Tampil dan sambut pelanggan. (luaran &   dalaman) di muka pintu/ kaunter dimana sahaja dan setiap masa.
- Tingkah laku serta reaksi mengikut keadaan
  (contoh: berdiri apabila ketua masuk).
- Segera nilai  keadaan pelanggan
  (contoh: jika pesakit tidak berdaya berjalan segera bantu   dengan memberi kerusi roda.
- Beri perhatian segera.

KEMAHIRAN
Bertindak mengikut SOP dan piawaian  penjagaan. (standard of care)
Bijak menilai tahap penjagaan (level of   care).
Staf berpengalaman perlu membimbing staf baru
    (Mentor-Mentee ). 


PENGETAHUAN
-   Penggunaan ilmu    pengetahuan yang    sesuai cth. memberi ubatan stat dose   
     seperti yang diarahkan.
-   Bertindak mengikut   keutamaan  seperti   mendahulukan pesakit yang kritikal.
-   Rujuk kepada   ‘senior’ / pegawai   atasan jika tidak pasti umpamanya tidak pasti
    tentang dos ubat yang tidak   jelas, aduan-aduan yang tidak dapat   diselesaikan.

KOMUNIKASI
- Beri informasi yang betul dan tepat.
- Bahasa yang mudah   difahami.
- Tenangkan   pelanggan, beri   keselesaan dan   penerangan   contoh: beri tempat duduk
- Menjawab telefon segera tidak melebihi   dari 3 deringan

IMEJ
-Tunjukkan imej professional,  bila pelanggan  dalam   kesakitan, beri perhatian yang   sewajarnya.
-Tunjukkan kesungguhan dan   keikhlasan semasa memberi   perkhidmatan.
-Keutamaan pelanggan contoh : kerja berpasukan, tanpa memilih taraf pelanggan



SENSITIF


SIKAP
-Nilai keperluan dan keadaan pelanggan.
-Tanya  pelanggan.
Ambil tindakan, contoh pelanggan sesat, gerak- geri pelanggan yang meragukan .




      KEMAHIRAN
      -  Bertindak kepada keperluan pelanggan.
      -  Hampiri pelanggan
      -  Kenalpasti keperluan pelanggan.
      -  Bijak bertindak mengikut keadaan.
     -  Tangani masalah dengan tenang dan tidak panik.
     -  Tidak membezakan agama/ bangsa dan jenis  penyakit.

     PENGETAHUAN
     -   Nilai keadaan pelanggan dan     bertindak dengan bijak.
     -   Kenal  pasti masalah dan keperluan pelanggan
                contoh pesakit yang nazak yang memerlukan sokongan kerohanian


      KOMUNIKASI
      -  Beri informasi yang betul.
      -  Simpati.
      -  Empati cth meletakkan diri kita dalam situasi pelanggan.
      -  Intonasi  suara yang bersesuaian.
      -  Bahasa yang mudah difahami

Gunakan perkataan Encik/ Puan/ Cik



SOPAN
     SIKAP
     - Jangan membelakangkan pelanggan.
     - Jarak berdiri dengan pelanggan.
     - Elakkan bercekak pinggang
     - Jangancakap lepas’.
     - Elakkan beri komen yang sensitif.
        KEMAHIRAN
         -   Menghormati pesakit dan  pelanggan  kerahsiaan pelanggan.
        -   Tunjuk arah diberi dengan sopan



       PENGETAHUAN
        -  Panggilan pelanggan mengikut status  (contoh: Tan Sri, Dato’, Encik atau Puan).
        -  Panggilan staf semasa bertugas ikut gelaran jawatan semasa bertugas.
        -  Jangan guna panggilan kakak, adik, abang.

       KOMUNIKASI

       - Maklumkan pelanggan setiap prosedur.
       - Nada suara yang lembut.
       - Bahasa yang elok :-
       - tidak menyakiti hati pelanggan .
       - tidak menyindir
       - tidak kasar
       - bukan kiasan
       - bahasa tidak bercampur aduk
       - bahasa mudah difahami.
         DILARANG menggunakan perkataan anda, kamu, awak dan engkau.



       IMEJ
       - Pakaian mengikut etika pakaian, seragambersih,   kemas.
        - Mengukuh dan mengekalkan keharmonian pelanggan.
      - Kepimpinan melalui tauladan.
        - Mengekalkan, mengukuhkan semangat keharmonian
        di tempat kerja, contoh: tempat kerja yang bersih, kemas, selamat dan 
        mesra   pelanggan.Mengenali dan menghormati Ketua/ Pemimpin.

SENTUH
         SIKAP
          - Tidak Berkasar Dengan Pelanggan
          - Mesra
          - Beri Perhatian Kepada Pelanggan 
  
      KEMAHIRAN
       -   Mengikut ‘SOP’
          Cth : Tidak Menyentuh Pesakit ketika
                  prosedur sedang dilakukan
       -  Mengetahui batasbatas sentuhan
          mengikut agama dan budaya


        PENGETAHUAN

       -   lmu Pengetahuan (teknik sentuhan)
       -   Bertindak mengikut keutamaan.

        KOMUNIKASI

       -  ‘Non Verbal’
         cth : sentuhan tanpa bercakap  = pelanggan dapat menilai     
         kemahiran.


                 IMEJ
          -   Profesional
         cth : tidak menyentuh sembarangan.
          -   Simpati / Empati dengan cara yang ikhlas  


    SEGAK

      SIKAP
     * Cara Pemakaian
     * Kemas & Lengkap
     * Mengikut peraturan PKPA

    KEMAHIRAN
    -  Membina Keyakinan Pelanggan
    - ‘Grooming’  


   PENGETAHUAN
  - Pandai Menyesuaikan Diri Mengikut Situasi


    KOMUNIKASI
        -  ‘Non Verbal’
        -   Yakin
        -  ‘Body Language’
      
         IMEJ
         -  Professional
           -  Ketrampilan Diri
           -  Segak


SELIA




         SIKAP
        Melaksanakan penyeliaan keatas anggota dibawah jagaan dengan penuh
        tanggungjawab untuk memastikan program berjalan lancar.

        KEMAHIRAN
        Merancang aktiviti seliaan:
         -  Anggota yang diselia
         -  Aktiviti yang akan diselia menggunakan senarai  semak


       PENGETAHUAN
       Berpengetahuan luas, sentiasa meningkatkan pengetahuan melalui pembacaan,menghadiri seminar, bengkel atau kursus yang bersesuaian.

       KOMUNIKASI
       Mampu mengesan kekuatan dan kelemahan anggota dibawah jagaan 
       melalui pemerhatian, maklumbalas serta hasil kerja Mempunyai kebolehan 
       memberi bimbingan, teguran melalui perbincangan atau dari laporan.

       IMEJ
      - Professional.
       (contoh; elakan dari mempunyai sikap pilih kasih, telus dan cekap)
      - Ketrampilan diri menarik, berdisiplin dan mempunyai keyakinan diri 
        yang tinggi.
SELIDIK
               SIKAP

Be           Berkemampuan mengenalpasti masalah melalui kaji selidik dan berusaha
              mencari jalan penyelesaian atau penambahbaikan.
               KEMAHIRAN
       
B             Berkebolehan memilih kajian yang sesuai untuk merakkan anggota mengesan 
               masalah serta mampu menggalakkan anggota melibatkan diri dalam kajian


              PENGETAHUAN

       Berpengetahuan luas, sentiasa meningkatkan pengetahuan melalui pembacaan,
       menghadiri seminar, bengkel atau kursus yang bersesuaian.

        KOMUNIKASI
        Berkemampuan membentangkan hasil kajian serta cadangan penambahbaikan
        untuk meningkatkan mutu perkhidmatan

        IMEJ
        - Professional. 
        - Ketrampilan diri menarik, berdisiplin dan mempunyai keyakinan diri yang tinggi.

SEMANGAT

        SIKAP
        Sentiasa bersedia untuk bekerjasama diantara rakan setugas atau lain-lain unit dalam
        jabatan untuk mencapai objektif jabatan

      KEMAHIRAN
      Mampu menggerakkan semua anggota supaya mempunyai semangat kerja berpasukan

      PENGETAHUAN
      Faham serta dapat menerapkan nilaipnilai murni disampaing menghayati 
      serta mengamalkan Budaya Koporat KKM

      KOMUNIKASI
      Memberi maklumbalas kepada setiap anggota mengenai hasil kerja mereka
      - memberi kad ucapan tahniah bagi setiap kejayaan yang dicapai

      IMEJ
      - Professional. 
      - Sentiasa bersedia untuk memberi bantuan.
      - Menanam semangat kerjasama serta memberi galakkan mengenai kebaikan
        kerja berpasukan dikalangan anggota



SEBAGAI ANGGOTA KESIHATAN ANDALAH:
TEMAN
KEKASIH
IBU/BAPA
PENDIDIK
TABIB
JURUTERA
PENGLIPUR LARA
KAUNSELOR

INGATLAH HAPUSNYA PANAS SETAHUN DEK HUJAN SEHARI









JUMPA LAGI